Close Menu
    What's Hot

    Pimpin KONI Banjar, Irwan Bora Siap Genjot Prestasi

    28/04/2026

    Kunjungi Korban di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Soroti Keselamatan Perlintasan Kereta

    28/04/2026

    Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    28/04/2026

    Taklukkan Makau, Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia Amankan Tiket 16 Besar

    27/04/2026

    Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru

    27/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SuaraPublika
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • Hardnews
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Kuala Lumpur–Banjarmasin Segera Terhubung, Pemprov Kalsel Gaspol Siapkan Pariwisata & UMKM

      03/09/2025

      Pemprov Kalsel Rencanakan Komplek Perkantoran Banjarbaru Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Kreatif

      14/02/2025

      Calendar of Event 2025  di Launching Bupati Banjar

      12/12/2024

      Embung Kebun Raya Banua: Dari Tambang Emas ke Destinasi Wisata

      08/12/2024

      “Kenyang Tidak Harus Nasi”, DKP3 Balangan Dorong Warga Konsumsi Pangan Lokal

      07/09/2025

      Dokter Peringatkan Bahaya Vape: Risiko Penyakit Jantung Tak Bisa Diabaikan

      27/08/2025

      RSUD H. Boejasin Raih Penghargaan Internasional, Bukti Serius Tangani Stroke di Tanah Laut

      16/08/2025

      RSD Idaman Banjarbaru Hadirkan Mobil Donor Darah & Ruang ESWL sebagai “Kado” HUT RI ke-80

      15/08/2025

      Bulog Bakal Investasi Ratusan Triliun Rupiah untuk Beras

      04/09/2025

      Gejolak Politik Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Was-Was IHSG Anjlok ke 7.700 dan Rupiah Melemah ke Rp16.400

      03/09/2025

      Harta Karun, “Rare Earth” akan di Kelola Penuh oleh Negara

      02/09/2025

      QRIS Resmi Bisa Digunakan di Jepang, Wisatawan Indonesia Tak Perlu Lagi Tukar Uang

      26/08/2025
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    SuaraPublika
    Beranda » Beranda1 » Kamboja Serukan Gencatan Senjata Segera di Tengah Konflik Berdarah dengan Thailand

    Kamboja Serukan Gencatan Senjata Segera di Tengah Konflik Berdarah dengan Thailand

    PUBLIKAINDONESIA.COM – Kamboja menyerukan gencatan senjata segera tanpa syarat dengan Thailand di tengah konflik perbatasan yang telah memasuki hari ketiga dan menewaskan sedikitnya 32 orang. Seruan itu disampaikan oleh Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, usai menghadiri pertemuan darurat tertutup di Markas Besar PBB, New York, Jumat malam waktu setempat.

    “Kamboja meminta gencatan senjata segera – tanpa syarat – dan kami juga menyerukan solusi damai atas sengketa ini,” ujar Chhea Keo, dikutip dari The Guardian, Sabtu (26/7/2025).

    Pertempuran Terburuk dalam Lebih dari Satu Dekade

    Konflik ini tercatat sebagai yang paling berdarah dalam lebih dari 10 tahun terakhir, dengan 19 orang tewas di Thailand dan 13 orang di Kamboja. Korban jiwa di Thailand mencakup 13 warga sipil dan 6 tentara, sementara di pihak Kamboja, korban termasuk 5 tentara dan 8 warga sipil.

    Perselisihan Lama Meletus Jadi Konflik Bersenjata

    Pertikaian dipicu oleh sengketa wilayah perbatasan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad, menyangkut peta warisan kolonial. Ketegangan memuncak sejak Mei 2025, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam insiden baku tembak. Situasi semakin memburuk pekan ini setelah seorang tentara Thailand terluka akibat ranjau darat, yang menurut pihak Thailand baru ditanam—klaim yang dibantah keras oleh Kamboja.

    Kedua Negara Saling Tuduh dan Menarik Diplomat

    Thailand menuduh Kamboja sebagai pihak pertama yang memulai serangan di Provinsi Trat, sementara Kamboja menuding Thailand menembakkan lima peluru artileri berat ke wilayah Provinsi Pursat. Akibat memburuknya hubungan diplomatik, Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh, dan menyatakan akan mengusir utusan Kamboja dari Bangkok.

    Ribuan Orang Mengungsi

    Konflik ini telah memaksa lebih dari 138.000 warga Thailand mengungsi ke lokasi-lokasi aman seperti kuil, sekolah, dan pusat evakuasi. Di sisi Kamboja, lebih dari 23.000 warga telah dievakuasi dari daerah-daerah dekat perbatasan.

    Dunia Internasional Serukan Penahanan Diri

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua pihak untuk menahan diri, sementara Malaysia, yang saat ini memimpin blok regional ASEAN, telah menawarkan diri sebagai penengah damai. Amerika Serikat dan China juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut dan mendorong penyelesaian damai melalui dialog.

    dunia publikaindonesia.com

    Related Posts

    Cara Dapat Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN

    08/09/2025

    DPR Ketok Palu! ESDM Dapat Rp21,67 Triliun, Listrik Desa Jadi Prioritas

    08/09/2025

    Pemerintah Minta Pengusaha Tahan Diri, Jangan Ada PHK

    07/09/2025
    Berita Terbaru

    Pimpin KONI Banjar, Irwan Bora Siap Genjot Prestasi

    28/04/2026

    Kunjungi Korban di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Soroti Keselamatan Perlintasan Kereta

    28/04/2026

    Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    28/04/2026

    Taklukkan Makau, Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia Amankan Tiket 16 Besar

    27/04/2026

    Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru

    27/04/2026
    Berita Pilihan

    Suarapublika.com- Irwan Bora kini memegang kendali Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjar untuk periode…

    Kunjungi Korban di RSUD Bekasi, Presiden Prabowo Soroti Keselamatan Perlintasan Kereta

    28/04/2026

    Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

    28/04/2026

    Taklukkan Makau, Timnas Basket 3×3 Putri Indonesia Amankan Tiket 16 Besar

    27/04/2026

    Reshuffle Kabinet, Presiden Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru

    27/04/2026
    © 2026 Suarapublika.com.
    • Tim Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.