Suarapublika.com- Badan Pengelola Geopark Meratus menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kunjungan wisata sepanjang 2026, melalui pengembangan event tematik dan penguatan identitas kuliner lokal.
Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus, Theodorik Rizal Manik, mengatakan program yang disusun mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan edukasi dalam satu konsep wisata.
“Agenda yang kami siapkan meliputi sport tourism, festival budaya, susur sungai, hingga wisata edukasi geopark,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Salah satu program unggulan yang akan dijalankan adalah Gastro Culture Journey, yang menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya dan kuliner khas daerah.
Selain itu, konsep geofood turut dikembangkan dengan menonjolkan keunikan bahan dan proses pengolahan kuliner lokal, seperti ketupat kandangan, dodol, cabe hiyung, serta kopi lokal.
Untuk mendukung promosi, sejumlah agenda daerah akan dioptimalkan, di antaranya Tour de Loksado dan Festival Budaya Terapung yang dinilai mampu menarik minat wisatawan.
Pengembangan pariwisata ini melibatkan berbagai pihak dalam satu ekosistem kolaboratif, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan media.
Melalui langkah tersebut, Geopark Meratus diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
