Close Menu
    What's Hot

    Groundbreaking Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel, Target Rampung 2027

    06/05/2026

    Rozak Jadi Kurban Presiden Prabowo di Martapura, Sapi Jumbo Peliharaan 7 Tahun

    06/05/2026

    Api Melalap Pasar Harum Manis II Banjarmasin, Kios dan Stok Bawang Ludes

    04/05/2026

    Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Polisi Sebut Khianati Rakyat Kecil

    03/05/2026

    Prabowo Beri Atensi Khusus Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI, Menkomdigi Meutya Hafid Ungkap Tujuannya

    03/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SuaraPublika
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • Hardnews
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Kuala Lumpur–Banjarmasin Segera Terhubung, Pemprov Kalsel Gaspol Siapkan Pariwisata & UMKM

      03/09/2025

      Pemprov Kalsel Rencanakan Komplek Perkantoran Banjarbaru Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Kreatif

      14/02/2025

      Calendar of Event 2025  di Launching Bupati Banjar

      12/12/2024

      “Kenyang Tidak Harus Nasi”, DKP3 Balangan Dorong Warga Konsumsi Pangan Lokal

      07/09/2025

      Dokter Peringatkan Bahaya Vape: Risiko Penyakit Jantung Tak Bisa Diabaikan

      27/08/2025

      RSUD H. Boejasin Raih Penghargaan Internasional, Bukti Serius Tangani Stroke di Tanah Laut

      16/08/2025

      RSD Idaman Banjarbaru Hadirkan Mobil Donor Darah & Ruang ESWL sebagai “Kado” HUT RI ke-80

      15/08/2025

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Bulog Bakal Investasi Ratusan Triliun Rupiah untuk Beras

      04/09/2025

      Gejolak Politik Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Was-Was IHSG Anjlok ke 7.700 dan Rupiah Melemah ke Rp16.400

      03/09/2025

      Harta Karun, “Rare Earth” akan di Kelola Penuh oleh Negara

      02/09/2025
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    SuaraPublika
    Beranda » Beranda1 » Bentrokan Bersenjata Terparah Thailand–Kamboja Sejak 2011, 130.000 Orang Mengungsi

    Bentrokan Bersenjata Terparah Thailand–Kamboja Sejak 2011, 130.000 Orang Mengungsi

    PUBLIKAINDONESIA.COM – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memanas dan meledak menjadi bentrokan bersenjata pada Kamis (24/7/2025), menjadikannya konflik militer paling sengit antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade terakhir. Ledakan artileri, serangan udara jet tempur F-16, dan roket BM-21 menyelimuti kawasan perbatasan dalam eskalasi yang mengkhawatirkan dunia.

    Pertempuran ini dipicu oleh rangkaian insiden mematikan sejak Mei lalu. Ketegangan kian tak terbendung setelah lima tentara Thailand tewas akibat ledakan ranjau pada akhir Juni, menyusul peristiwa sebelumnya yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

    Enam Titik Perbatasan Membara

    Menurut sumber militer, bentrokan hari Kamis menyebar ke setidaknya enam titik perbatasan. Kamboja dilaporkan meluncurkan roket BM-21 Grad dan serangan artileri berat, sementara Thailand merespons dengan serangan udara strategis menggunakan jet tempur F-16, menyasar basis militer Kamboja.

    Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan

    Konflik ini telah menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak. Di Thailand, 14 hingga 16 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang tentara dan beberapa anak-anak. Di pihak Kamboja, setidaknya satu warga sipil tewas dan lima lainnya luka-luka.
    Lebih dari 130.000 warga sipil terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

    Fasilitas Vital dan Situs Budaya Terkena Dampak

    Dampak konflik tak hanya menghantam warga sipil, tetapi juga infrastruktur penting.

    • Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Thailand mengalami kerusakan parah akibat tembakan lintas batas.

    • Beberapa sekolah dan situs budaya, termasuk candi yang menjadi objek sengketa seperti Preah Vihear dan Ta Muen Thom, ikut terdampak langsung dari gempuran senjata berat.

    Sengketa Abadi, Luka Lama Terbuka Kembali

    Sengketa ini berakar pada peta tahun 1907 antara Prancis dan Siam (Thailand), yang kabur dalam batas wilayah, terutama terkait kawasan candi Preah Vihear. Meskipun Mahkamah Internasional (ICJ) telah menetapkan candi tersebut sebagai bagian dari Kamboja pada 1962 dan ditegaskan kembali pada 2013, wilayah sekitarnya tetap menjadi sumber konflik yang belum tuntas.

    Analisis terbaru menyebut ketegangan politik internal turut memperkeruh suasana. Runtuhnya hubungan antara dinasti politik Shinawatra di Thailand dan keluarga Hun di Kamboja dituding sebagai pemicu eskalasi diplomatik. Negosiasi pribadi yang bocor ikut memanaskan hubungan kedua negara.

    Perang Dingin Diplomatik dan Retaliasi Ekonomi

    Kedua negara kini terlibat dalam perang dingin diplomatik:

    • Duta besar masing-masing telah diusir, dan misi diplomatik ditutup.

    • Kamboja menghentikan impor energi dari Thailand sejak 22 Juni, sementara Thailand membalas dengan pembatasan akses internet, listrik, dan penutupan sejumlah jalur perbatasan.

    Dunia Internasional Serukan Damai, ASEAN Menawarkan Mediasi

    Dewan Keamanan PBB telah menggelar rapat darurat dan menyerukan gencatan senjata segera.
    Malaysia, sebagai ketua ASEAN tahun ini, menawarkan diri menjadi mediator. Namun, Thailand masih menolak mediasi pihak ketiga, memilih opsi dialog bilateral yang belum kunjung terlaksana.

    Para analis memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi melebar menjadi perang terbuka, terlebih dengan mulai digunakannya cluster munitions dan operasi militer skala besar, yang menandai peningkatan tajam dari bentrokan sebelumnya.


    🔍 Fakta Penting Konflik Thai–Kamboja 2025

    Aspek Detail
    Lokasi Sengketa Preah Vihear, Ta Muen Thom, Emerald Triangle
    Senjata Digunakan Artileri, roket BM-21, drone, F-16, cluster munitions
    Korban Jiwa ≥ 15 warga Thailand, ≥ 1 warga Kamboja
    Jumlah Pengungsi ≥ 130.000 orang
    Infrastruktur Rusak Rumah sakit, sekolah, situs budaya
    Status Diplomatik Duta besar diusir, kerja sama energi dan komunikasi dibekukan
    dunia publikaindonesia.com

    Related Posts

    Cara Dapat Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN

    08/09/2025

    DPR Ketok Palu! ESDM Dapat Rp21,67 Triliun, Listrik Desa Jadi Prioritas

    08/09/2025

    Pemerintah Minta Pengusaha Tahan Diri, Jangan Ada PHK

    07/09/2025
    Berita Terbaru

    Groundbreaking Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel, Target Rampung 2027

    06/05/2026

    Rozak Jadi Kurban Presiden Prabowo di Martapura, Sapi Jumbo Peliharaan 7 Tahun

    06/05/2026

    Api Melalap Pasar Harum Manis II Banjarmasin, Kios dan Stok Bawang Ludes

    04/05/2026

    Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Polisi Sebut Khianati Rakyat Kecil

    03/05/2026

    Prabowo Beri Atensi Khusus Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI, Menkomdigi Meutya Hafid Ungkap Tujuannya

    03/05/2026
    Berita Pilihan

    Suarapublika.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi memulai pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat…

    Rozak Jadi Kurban Presiden Prabowo di Martapura, Sapi Jumbo Peliharaan 7 Tahun

    06/05/2026

    Api Melalap Pasar Harum Manis II Banjarmasin, Kios dan Stok Bawang Ludes

    04/05/2026

    Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, Polisi Sebut Khianati Rakyat Kecil

    03/05/2026

    Prabowo Beri Atensi Khusus Siaran Piala Dunia 2026 di TVRI, Menkomdigi Meutya Hafid Ungkap Tujuannya

    03/05/2026
    © 2026 Suarapublika.com.
    • Redaksi Suarapublika.com
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.