Tanah Laut – Produksi jagung di Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, saat menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I di Desa Bentok, Tanah Laut Selatan, Sabtu (07/03/2026).
Syamsir menyampaikan bahwa produksi jagung di Kalsel pada 2025 tercatat meningkat sekitar 60 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya komoditas jagung.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur H. Muhiddin terus memperkuat dukungan kepada para petani melalui berbagai program bantuan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyaluran 6.000 paket bantuan benih jagung yang diprioritaskan untuk beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Kotabaru, serta sejumlah wilayah lainnya di Kalsel.
Selain bantuan benih, pemerintah provinsi juga menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani guna meningkatkan produktivitas pertanian.
“Pak Gubernur juga memberikan bantuan empat unit combine harvester kepada kelompok tani. Nilainya sekitar Rp550 juta per unit dan merupakan bantuan langsung dari pemerintah provinsi,” ujar Syamsir.
Untuk mempercepat proses pengolahan lahan pertanian, pemerintah provinsi juga menyerahkan lima unit alat berat melalui Polda Kalimantan Selatan.
Syamsir menambahkan, Kabupaten Tanah Laut akan terus didorong menjadi salah satu sentra produksi jagung utama di Kalimantan Selatan. Pengembangan komoditas jagung juga akan diperluas ke beberapa daerah lain seperti Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Kabupaten Banjar.
Ia menilai produksi jagung dari Kalimantan Selatan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memiliki potensi untuk memasok kebutuhan provinsi lain di wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.
Selain itu, pihaknya juga mendorong petani untuk meningkatkan intensitas tanam agar produksi jagung semakin meningkat.
“Kita dorong petani tidak hanya sekali tanam, tetapi bisa dua kali tanam dalam setahun. Dengan begitu produksi meningkat dan pendapatan petani juga bertambah,” katanya.
