Close Menu
    What's Hot

    Nelayan Hilang di Muara Kintap, Pencarian Masih Berlangsung

    29/04/2026

    Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

    29/04/2026

    Penertiban Tambang Emas Ilegal di Tanah Laut, Sejumlah Excavator Diamankan

    29/04/2026

    Puluhan Truk ODOL Terjaring Razia di Banjarbaru

    29/04/2026

    Tiga Medali dari Negeri Sakura, Bukti Konsistensi Brigadir Ihya

    29/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SuaraPublika
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • Hardnews
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Kuala Lumpur–Banjarmasin Segera Terhubung, Pemprov Kalsel Gaspol Siapkan Pariwisata & UMKM

      03/09/2025

      Pemprov Kalsel Rencanakan Komplek Perkantoran Banjarbaru Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Kreatif

      14/02/2025

      Calendar of Event 2025  di Launching Bupati Banjar

      12/12/2024

      “Kenyang Tidak Harus Nasi”, DKP3 Balangan Dorong Warga Konsumsi Pangan Lokal

      07/09/2025

      Dokter Peringatkan Bahaya Vape: Risiko Penyakit Jantung Tak Bisa Diabaikan

      27/08/2025

      RSUD H. Boejasin Raih Penghargaan Internasional, Bukti Serius Tangani Stroke di Tanah Laut

      16/08/2025

      RSD Idaman Banjarbaru Hadirkan Mobil Donor Darah & Ruang ESWL sebagai “Kado” HUT RI ke-80

      15/08/2025

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Bulog Bakal Investasi Ratusan Triliun Rupiah untuk Beras

      04/09/2025

      Gejolak Politik Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Was-Was IHSG Anjlok ke 7.700 dan Rupiah Melemah ke Rp16.400

      03/09/2025

      Harta Karun, “Rare Earth” akan di Kelola Penuh oleh Negara

      02/09/2025
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    SuaraPublika
    Beranda » Beranda1 » Eks Ketum Organisasi Advokat P3HI Diduga Aniaya Istri dan Anak, Kuasa Hukum Desak Proses Hukum Tegas

    Eks Ketum Organisasi Advokat P3HI Diduga Aniaya Istri dan Anak, Kuasa Hukum Desak Proses Hukum Tegas

    Ya Muhammad Muhajir (Foto.istimewa.publikaindonesia.com)

    PUBLIKAINDONESIA, BANJARBARU – Dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali mencuat di Kota Banjarbaru.

    Seorang ibu rumah tangga, Angki Yulaika Binti Yasir, melaporkan tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh suaminya, Ya Muhammad Muhajir, ke Polsek Liang Anggang, Polres Banjarbaru, pada Minggu (23/2/2025). Laporan tersebut teregister dengan nomor TBL/46/II/2025/Res Bjb/Sek Liang Anggang.

    Dalam laporannya, Angki Yulaika mengaku mengalami kekerasan fisik hingga mengalami luka di bagian bibir.

    Sementara anaknya, Muhammad Andra Nararya, juga diduga menjadi korban dengan mengalami luka lebam dan benjol di bagian dahi.

    Peristiwa ini terjadi pada pukul 19.30 WITA di kediaman mereka, Jalan Golf Komp. DGR Makmur 1, Kota Banjarbaru.

    Kasus ini menarik perhatian publik karena terlapor merupakan mantan Ketua Umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI).

    Dugaan keterlibatan seorang mantan petinggi organisasi advokat dalam kasus KDRT ini menuai kecaman, mengingat perannya sebagai penegak hukum yang seharusnya melindungi hak-hak korban kekerasan.

    Kuasa Hukum Korban: Kekerasan Terhadap Anak Harus Diproses Terpisah

    Kuasa hukum pelapor dari Badrul Ain Sanusi Al Afif, S.H., M.H. & Rekan menyatakan siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

    Salah satu anggota tim hukum, M. Hafidz Halim, S.H., menegaskan bahwa dugaan kekerasan terhadap anak dalam kasus ini harus dipisahkan dari laporan KDRT terhadap istri.

    Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak bersifat delik murni, yang berarti dapat diproses oleh aparat penegak hukum tanpa perlu menunggu laporan dari pihak keluarga.

    “Kami menekankan bahwa kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa disatukan dengan KDRT terhadap istri. Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA), ini adalah delik khusus yang harus diproses secara independen oleh aparat penegak hukum, tanpa menunggu aduan dari korban atau keluarga. Psikis anak juga harus diperhatikan, dan kami siap memberikan pendampingan hukum serta membantu dalam pemulihan trauma korban,” ujar Hafidz Halim.

    Lebih lanjut, tim kuasa hukum menyatakan telah menerima Kuasa Khusus untuk mendampingi korban dalam proses hukum.

    Mereka juga berencana membuat dua laporan terpisah—satu untuk kasus KDRT terhadap istri dan satu lagi khusus untuk dugaan kekerasan terhadap anak.

    “Untuk melindungi anak korban, kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar penanganannya lebih optimal,” tambahnya.

    Polisi Lakukan Penyelidikan, Masyarakat Diminta Peduli Kekerasan Domestik

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap laporan yang telah diterima.

    Polisi juga memastikan bahwa korban akan mendapatkan perlindungan yang layak selama proses hukum berlangsung.

    Kasus ini menambah daftar panjang insiden KDRT di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan dugaan kekerasan, terutama jika melibatkan perempuan dan anak-anak.

    Kasus dugaan penganiayaan ini menjadi sorotan karena melibatkan sosok yang seharusnya memahami dan menjunjung tinggi hukum.

    Kuasa hukum korban menegaskan bahwa mereka akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya keadilan bagi korban dan anaknya.

    banjarbaru publikaindonesia.com

    Related Posts

    Puluhan Truk ODOL Terjaring Razia di Banjarbaru

    29/04/2026

    Tiga Medali dari Negeri Sakura, Bukti Konsistensi Brigadir Ihya

    29/04/2026

    Polres Banjarbaru Musnahkan Sabu 1,7 Kg, Bongkar Jaringan Antar Kota Senilai Rp1,5 Miliar

    27/04/2026
    Berita Terbaru

    Nelayan Hilang di Muara Kintap, Pencarian Masih Berlangsung

    29/04/2026

    Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

    29/04/2026

    Penertiban Tambang Emas Ilegal di Tanah Laut, Sejumlah Excavator Diamankan

    29/04/2026

    Puluhan Truk ODOL Terjaring Razia di Banjarbaru

    29/04/2026

    Tiga Medali dari Negeri Sakura, Bukti Konsistensi Brigadir Ihya

    29/04/2026
    Berita Pilihan

    Suarapublika.com- Seorang nelayan bernama Amat (19) dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal di perairan Muara…

    Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

    29/04/2026

    Penertiban Tambang Emas Ilegal di Tanah Laut, Sejumlah Excavator Diamankan

    29/04/2026

    Puluhan Truk ODOL Terjaring Razia di Banjarbaru

    29/04/2026

    Tiga Medali dari Negeri Sakura, Bukti Konsistensi Brigadir Ihya

    29/04/2026
    © 2026 Suarapublika.com.
    • Redaksi Suarapublika.com
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.