TANAH LAUT – Upaya menjadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional terus didorong. Kabupaten Tanah Laut diproyeksikan menjadi daerah utama pengembangan komoditas tersebut.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan kebutuhan jagung di Kalsel cukup besar, khususnya untuk industri pakan ternak. Permintaan jagung bahkan diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun.
“Kalau kebutuhan jagung di Kalsel ini kurang lebih sekitar 300 ribu ton per tahun untuk pakan ternak,” ujarnya saat kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I di Desa Bentok, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu r(7/3/2026).
Menurut Rosyanto, pengembangan jagung dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah hingga perusahaan BUMN seperti Inhutani dan PTPN.
Ia menyebut potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jagung di Tanah Laut cukup luas, mencapai lebih dari 10 ribu hektare. Namun hingga saat ini baru sekitar 1.000 hektare yang telah ditanami.
“Potensinya masih sangat besar untuk dikembangkan,” katanya.
Rosyanto menilai minat petani menanam jagung juga didukung harga yang relatif stabil. Saat ini harga jagung pipil basah di tingkat petani berkisar Rp4.000 per kilogram.
Sementara jagung kering dengan kadar air 17–18 persen dihargai sekitar Rp5.500 per kilogram. Adapun jagung kering dengan kadar air 14 persen dapat mencapai sekitar Rp6.400 per kilogram.
Dengan produktivitas rata-rata sekitar 7 hingga 8 ton per hektare, komoditas jagung dinilai memiliki prospek yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat pasokan bahan baku pakan ternak di Kalimantan Selatan.
