Close Menu
    What's Hot

    Sekwan Balangan Tegaskan Disiplin ASN, Pegawai Tak Ikut Apel Terancam Sanksi

    25/05/2026

    DPRD Balangan Kawal Akurasi Takaran BBM, Lakukan Pengawasan Dispenser SPBU Jelang Iduladha

    25/05/2026

    Sekretariat DPRD Balangan Rutin Gelar Jumat Bersih, Perkuat Budaya Kerja dan Kepedulian Lingkungan

    25/05/2026

    Sri Huriyati Hadi Ajak Perempuan Balangan Tingkatkan Kemandirian dan Peran dalam Pembangunan

    25/05/2026

    DPRD Balangan Bahas Penanganan ODGJ, Dorong Pembangunan Fasilitas Rehabilitasi

    21/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SuaraPublika
    • Home
    • Hukum
    • Kriminal
    • Hardnews
    • Ekonomi
      1. Wisata
      2. Health
      3. View All

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Kuala Lumpur–Banjarmasin Segera Terhubung, Pemprov Kalsel Gaspol Siapkan Pariwisata & UMKM

      03/09/2025

      Pemprov Kalsel Rencanakan Komplek Perkantoran Banjarbaru Jadi Pusat Wisata dan Ekonomi Kreatif

      14/02/2025

      Calendar of Event 2025  di Launching Bupati Banjar

      12/12/2024

      “Kenyang Tidak Harus Nasi”, DKP3 Balangan Dorong Warga Konsumsi Pangan Lokal

      07/09/2025

      Dokter Peringatkan Bahaya Vape: Risiko Penyakit Jantung Tak Bisa Diabaikan

      27/08/2025

      RSUD H. Boejasin Raih Penghargaan Internasional, Bukti Serius Tangani Stroke di Tanah Laut

      16/08/2025

      RSD Idaman Banjarbaru Hadirkan Mobil Donor Darah & Ruang ESWL sebagai “Kado” HUT RI ke-80

      15/08/2025

      Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

      29/04/2026

      Bulog Bakal Investasi Ratusan Triliun Rupiah untuk Beras

      04/09/2025

      Gejolak Politik Tekan IHSG dan Rupiah, Investor Was-Was IHSG Anjlok ke 7.700 dan Rupiah Melemah ke Rp16.400

      03/09/2025

      Harta Karun, “Rare Earth” akan di Kelola Penuh oleh Negara

      02/09/2025
    • Nusantara
      • Banjarbaru
      • Banjarmasin
      • Kabupaten Banjar
      • Kalimantan Selatan
      • Tanah Bumbu
    • Olahraga
    SuaraPublika
    Beranda » Beranda1 » Target 80.000 Koperasi Merah Putih: Ambisi Besar atau Risiko Sistemik?

    Target 80.000 Koperasi Merah Putih: Ambisi Besar atau Risiko Sistemik?

    PUBLIKAINDONESIA.COM, JAKARTA – Pemerintah menargetkan pendirian 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hingga akhir tahun 2025. Program ambisius yang dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada 12 Juli mendatang ini diklaim sebagai langkah afirmatif untuk menguatkan ekonomi rakyat melalui kolektivitas, gotong royong, dan kemandirian lokal.

    Dalam arahan pemerintah, koperasi Merah Putih dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendistribusikan bantuan dan subsidi kepada UMKM di tingkat akar rumput, sekaligus menjembatani kebutuhan pembiayaan melalui mekanisme kredit yang disediakan oleh bank-bank milik negara seperti BRI, Mandiri, dan BNI. Menurut skema yang diusulkan, tiap koperasi berhak mengakses plafon kredit senilai Rp1 hingga Rp3 miliar.

    Namun, di balik semangat gotong royong dan retorika kemandirian tersebut, sejumlah pengamat ekonomi mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis kualitas kelembagaan. Ariyo Irhamna, Chief Economist BPP HIPMI dan ekonom Universitas Paramadina, mencatat bahwa pembangunan 80.000 koperasi dalam waktu kurang dari satu tahun adalah target ambisius yang berisiko tinggi jika tidak diiringi dengan penguatan institusi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

    “Pembangunan 80.000 koperasi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun bukan hanya ambisius, tapi juga bisa menjadi bumerang jika tidak disertai penguatan institusi dan SDM yang memadai,” ujar Ariyo di Jakarta, Senin (08/07/2025).

    Sejak era reformasi, koperasi di Indonesia kerap dianggap sebagai pelengkap retorika pembangunan yang tidak memiliki fondasi institusional konsisten. Banyak koperasi didirikan semata-mata sebagai respons terhadap tuntutan program pemerintah, bukan karena teridentifikasinya kebutuhan nyata di lapangan. Kondisi inilah yang membuat para pengamat mendesak agar pemerintah tidak mengulangi pola yang sama.

    Meskipun pembiayaan melalui bank-bank Himbara terdengar menjanjikan, risiko kredit macet menjadi kekhawatiran tersendiri. Pengalaman proyek infrastruktur BUMN di era sebelumnya yang berujung pada tingginya kredit bermasalah memberikan peringatan bahwa tanpa dasar kelembagaan yang kuat, pembiayaan besar dapat berakhir bumerang.

    Sebagai alternatif solusi, para ahli mengusulkan penguatan koperasi yang sudah berjalan dengan membentuk Badan Usaha Koperasi Sekunder di bawah naungan bank-bank BUMN. Model ini mengumpulkan koperasi primer yang sudah memiliki rekam jejak kuat dalam satu payung kelembagaan yang lebih modern dan terkoordinasi.

    Pendekatan sektoral dan wilayah pun diharapkan dapat diterapkan: misalnya, BRI dapat fokus pada sektor pertanian dan UMKM, Mandiri pada perdagangan dan jasa, serta BNI pada industri kecil-menengah. Hal ini diyakini akan membantu pengelolaan risiko secara terukur sekaligus mendorong agregasi ekonomi koperasi secara kolektif.

    Model koperasi sekunder bukanlah konsep baru. Beberapa lembaga keuangan koperatif di kancah internasional, seperti Rabobank di Belanda, Desjardins Group di Kanada, hingga OP Financial Group di Finlandia, telah membuktikan bahwa dengan fondasi kelembagaan yang kuat, koperasi bisa tumbuh besar dan tetap setia pada prinsip dasar mereka.

    Para pengamat menekankan bahwa untuk mencapai hal tersebut, fokus harus dialihkan pada:

    • Konsolidasi dan penguatan koperasi eksisting
    • Pengembangan kapasitas SDM
    • Perluasan jejaring pasar

    Jika langkah-langkah strategis tersebut berhasil diterapkan, koperasi di Indonesia bahkan berpotensi menjadi kanal penting penyaluran bantuan ke sektor UMKM. Namun, tanpa pondasi yang solid, rencana ambisius pendirian 80.000 unit koperasi justru bisa menjadi beban tambahan bagi sistem perbankan nasional dan mencederai semangat koperasi itu sendiri.

    “Indonesia tidak kekurangan semangat gotong royong. Yang kurang adalah keberanian untuk keluar dari jebakan program populistik jangka pendek menuju pembangunan koperasi yang profesional dan berkelanjutan,” pungkas Ariyo.

    Pada akhirnya, keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sangat bergantung pada seberapa baik pemerintah mampu menggabungkan semangat kolektif dengan penguatan institusi. Sementara target 80.000 unit koperasi memberikan gambaran optimisme, proses konsolidasi dan pembangunan kelembagaan yang terintegrasi menjadi kunci agar ambisi tersebut tidak berujung pada bumerang.

    ekonomi publikaindonesia.com

    Related Posts

    Geopark Meratus Kembangkan Event dan Kuliner Lokal untuk Tarik Wisatawan

    29/04/2026

    Cara Dapat Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN

    08/09/2025

    DPR Ketok Palu! ESDM Dapat Rp21,67 Triliun, Listrik Desa Jadi Prioritas

    08/09/2025
    Berita Terbaru

    Sekwan Balangan Tegaskan Disiplin ASN, Pegawai Tak Ikut Apel Terancam Sanksi

    25/05/2026

    DPRD Balangan Kawal Akurasi Takaran BBM, Lakukan Pengawasan Dispenser SPBU Jelang Iduladha

    25/05/2026

    Sekretariat DPRD Balangan Rutin Gelar Jumat Bersih, Perkuat Budaya Kerja dan Kepedulian Lingkungan

    25/05/2026

    Sri Huriyati Hadi Ajak Perempuan Balangan Tingkatkan Kemandirian dan Peran dalam Pembangunan

    25/05/2026

    DPRD Balangan Bahas Penanganan ODGJ, Dorong Pembangunan Fasilitas Rehabilitasi

    21/05/2026
    Berita Pilihan

    Balangan-Sekretariat DPRD Kabupaten Balangan menggelar apel pagi rutin di halaman kantor Sekretariat DPRD Balangan, Senin…

    DPRD Balangan Kawal Akurasi Takaran BBM, Lakukan Pengawasan Dispenser SPBU Jelang Iduladha

    25/05/2026

    Sekretariat DPRD Balangan Rutin Gelar Jumat Bersih, Perkuat Budaya Kerja dan Kepedulian Lingkungan

    25/05/2026

    Sri Huriyati Hadi Ajak Perempuan Balangan Tingkatkan Kemandirian dan Peran dalam Pembangunan

    25/05/2026

    DPRD Balangan Bahas Penanganan ODGJ, Dorong Pembangunan Fasilitas Rehabilitasi

    21/05/2026
    © 2026 Suarapublika.com.
    • Redaksi Suarapublika.com
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.